
JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi lanjutan yang akan diluncurkan pada kuartal III 2026. Kebijakan ini disusun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap stabil di tengah dinamika ekonomi global.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat aktivitas ekonomi domestik.
Stimulus ekonomi terbaru ini diperkirakan masih akan berfokus pada penguatan sektor konsumsi rumah tangga. Pemerintah berencana melanjutkan sejumlah kebijakan seperti bantuan sosial dan insentif fiskal guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Selain itu, kebijakan di sisi penawaran juga menjadi perhatian, termasuk kemungkinan perpanjangan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) serta pemberian diskon tarif transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Momentum libur sekolah dan meningkatnya mobilitas masyarakat diperkirakan menjadi faktor pendorong pertumbuhan konsumsi dalam negeri. Pemerintah menilai periode ini perlu didukung dengan kebijakan stimulus agar aktivitas ekonomi tetap terjaga.
Sektor transportasi, pariwisata, dan perdagangan diproyeksikan menjadi penerima dampak positif dari kebijakan tersebut.
Dari sisi eksternal, meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga energi global.
Normalisasi jalur pelayaran internasional di kawasan strategis seperti Selat Hormuz juga diperkirakan dapat memperlancar rantai pasok global dan menekan biaya logistik dunia.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |