ESC : ( Tutup Form )

Uzbekistan dan Taliban Saling Bantah Isu Kritik Pejabat Afghanistan terhadap Islam di Uzbekistan


Sabtu, 18  Juli  2026 - 16:22 WIB

Uzbekistan dan Taliban Saling Bantah Isu Kritik Pejabat Afghanistan terhadap Islam di Uzbekistan
Foto Berita

TASHKENT - Hubungan Uzbekistan dan pemerintahan Taliban Afghanistan menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai pernyataan seorang pejabat tinggi Taliban yang dinilai mengkritik kondisi kehidupan Islam di Uzbekistan. Kedua pihak kemudian memberikan klarifikasi dan membantah bahwa pernyataan tersebut mencerminkan sikap resmi mereka.


Isu tersebut bermula dari laporan mengenai pidato Sheikh Mohammad Khalid Hanafi, pejabat sementara Menteri Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Taliban. Dalam pidato yang disebut berlangsung di Provinsi Paktia, Afghanistan, Hanafi dilaporkan menyinggung sejumlah kota bersejarah di Uzbekistan seperti Samarkand, Bukhara, dan Termez yang dikenal sebagai pusat keilmuan Islam.


Beberapa media regional mengutip pernyataan Hanafi yang menyebut ajaran Islam di wilayah tersebut hanya tersisa secara simbolis dan menyoroti peran ulama dalam penerapan aturan agama. Laporan itu kemudian memicu perhatian luas di Uzbekistan.


Kontroversi semakin berkembang setelah disebutkan bahwa beberapa kutipan pidato tersebut sempat dipublikasikan oleh kementerian terkait Taliban maupun akun juru bicara di media sosial, sebelum kemudian dihapus.


Menanggapi kabar tersebut, Kedutaan Besar Uzbekistan di Kabul meminta penjelasan kepada pihak Taliban. Kementerian Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Taliban kemudian mengirimkan surat yang menolak pemberitaan yang dianggap telah memutarbalikkan isi pernyataan.


Dalam surat tersebut, Taliban menyatakan Uzbekistan merupakan negara yang memiliki sejarah besar dalam perkembangan Islam, terutama sebagai tempat kelahiran sejumlah ulama terkenal seperti Imam al-Bukhari. Mereka juga menekankan hubungan sejarah, budaya, dan agama antara kedua negara.


Pihak Taliban menyebut laporan mengenai kritik terhadap Uzbekistan tidak sesuai dengan fakta dan dapat merusak hubungan bilateral. Namun, klarifikasi tersebut tidak secara langsung menjelaskan apakah Hanafi pernah menyampaikan pernyataan tersebut atau alasan penghapusan kutipan yang beredar.


Kementerian Luar Negeri Uzbekistan juga memberikan bantahan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Uzbekistan, Omonulla Fayziyev, menyebut informasi tersebut sebagai berita palsu dan tidak berdasar. Ia mengatakan tidak ada pernyataan resmi dari media pemerintah Afghanistan yang memuat kritik tersebut.


Uzbekistan selama ini menjadi salah satu negara Asia Tengah yang aktif membangun hubungan kerja dengan Taliban, terutama dalam bidang perdagangan, energi, transportasi, dan keamanan perbatasan. Meski demikian, Tashkent masih belum memberikan pengakuan resmi terhadap pemerintahan Taliban.


Kedua pihak dinilai berupaya meredakan polemik agar isu tersebut tidak mengganggu kerja sama yang sedang berkembang. Uzbekistan tetap melanjutkan komunikasi dengan Kabul, termasuk dalam rencana proyek konektivitas regional yang melibatkan Afghanistan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com