
WASHINGTON - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dilaporkan mulai mereda setelah Amerika Serikat dan Iran disebut mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut akan kembali dibuka secara penuh pada Jumat (19/6/2026).
Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur vital pengiriman minyak dunia, sebelumnya sempat ditutup di tengah konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Penutupan ini sempat memicu lonjakan harga energi global serta gangguan pada rantai pasok minyak internasional.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa aktivitas pelayaran sudah mulai kembali berjalan normal. Beberapa kapal tanker minyak dilaporkan mulai kembali melintasi kawasan tersebut setelah sebelumnya terhenti akibat situasi keamanan.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa kapal-kapal dagang dan tanker minyak sudah mulai melewati jalur yang sebelumnya terdampak blokade militer. Hal ini menjadi sinyal awal normalisasi aktivitas di salah satu choke point terpenting perdagangan energi dunia.
Kesepakatan antara Washington dan Teheran disebut mencakup penghentian konflik bersenjata serta pembahasan lanjutan terkait stabilitas kawasan dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, sejumlah detail teknis perjanjian masih belum dipublikasikan secara lengkap.
Dari sisi pasar global, kabar pembukaan kembali Selat Hormuz langsung berdampak pada harga minyak dunia yang sempat turun tajam setelah sebelumnya melonjak akibat konflik. Investor juga merespons positif dengan penguatan di sejumlah indeks saham utama.
Meski demikian, para pengamat menilai situasi masih rentan mengingat ketegangan politik di kawasan belum sepenuhnya hilang dan implementasi kesepakatan masih perlu diuji di lapangan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |