
DOHA - Pemerintah Qatar menyambut positif tercapainya nota kesepahaman awal antara Iran dan Amerika Serikat yang rencananya akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah awal penting menuju stabilitas kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut dapat menjadi fondasi bagi terciptanya konsensus regional yang lebih luas untuk meredakan konflik berkepanjangan di kawasan.
“Kesepakatan ini merupakan langkah awal untuk membangun konsensus regional yang lebih luas guna menjamin stabilitas di kawasan,” ujar Al Ansari dalam konferensi pers, Selasa.
Qatar menilai proses dialog antara Teheran dan Washington berpotensi membuka jalan bagi negosiasi yang lebih konstruktif di masa mendatang. Negara tersebut juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya mediasi di kawasan Timur Tengah.
“Kami optimistis mediasi antara Amerika Serikat dan Iran dapat mengakhiri konflik dan membawa stabilitas, termasuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz,” tambahnya.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa isi memorandum kesepahaman tersebut telah disepakati dan siap ditandatangani. Kesepakatan ini dianggap sebagai perkembangan signifikan dalam hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik dan militer.
Pemerintah Iran menyebut perjanjian tersebut berpotensi meredakan berbagai konflik bersenjata di sejumlah wilayah, termasuk Lebanon. Jika terlaksana, kesepakatan ini dipandang sebagai titik balik penting bagi perdamaian dan keamanan kawasan Timur Tengah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |