
JAKARTA - Pemerintah menyatakan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam posisi yang stabil dan terkendali meskipun menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa hingga akhir Mei 2026, pendapatan negara telah mencapai sekitar Rp1.185 triliun, yang menjadi indikator kuatnya fundamental ekonomi nasional.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, pemerintah menegaskan bahwa kinerja ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara anggota G20 lainnya. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 tercatat berada di angka 5,61 persen dengan inflasi yang tetap terkendali.
Selain itu, pemerintah juga mencatat surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut, serta cadangan devisa yang dinilai cukup untuk membiayai impor hingga sekitar enam bulan ke depan.
Kementerian Keuangan menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berfungsi sebagai penyangga utama ekonomi nasional, sekaligus menjadi instrumen pembangunan untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan global.
Meski menunjukkan kinerja positif, pemerintah mengakui bahwa tantangan ekonomi global masih perlu diwaspadai, terutama terkait dinamika perdagangan internasional dan volatilitas pasar keuangan.
Untuk itu, pemerintah berkomitmen menjaga defisit tetap terkendali serta memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga.
Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2027 berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, dengan optimisme dapat terus meningkat hingga mencapai target jangka panjang sebesar 8 persen pada 2029.
Strategi tersebut akan didukung melalui peningkatan investasi produktif, penguatan sektor industri bernilai tambah tinggi, serta optimalisasi peran berbagai lembaga investasi negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |