
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026. Meski kebijakan moneter diperketat, bank sentral menilai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang positif.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa fondasi ekonomi nasional masih cukup kuat karena ditopang oleh permintaan domestik yang solid. Konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi masih menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi sepanjang tahun ini.
Menurut Perry, konsumsi masyarakat tetap terjaga berkat tingkat keyakinan konsumen yang stabil serta dukungan berbagai program pemerintah yang mendorong daya beli. Selain itu, percepatan realisasi anggaran negara, termasuk penyaluran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan bantuan sosial kepada masyarakat, turut memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia pun mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 pada kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Proyeksi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih mampu bertahan di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Di sektor investasi, BI melihat aktivitas dunia usaha masih menunjukkan tren yang cukup baik. Indikasinya terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) yang tetap berada di zona ekspansi, didukung oleh berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis dan infrastruktur pemerintah.
Sementara itu, sektor ekspor juga dinilai masih memiliki peluang untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingginya harga sejumlah komoditas global dapat menjadi faktor pendukung meskipun ekonomi dunia masih menghadapi perlambatan.
Untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan pertumbuhan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan. Langkah tersebut mencakup kebijakan makroprudensial yang tetap akomodatif, penguatan sistem pembayaran digital, serta perluasan inklusi keuangan guna mendukung transformasi ekonomi nasional.
Kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen merupakan penyesuaian ketiga yang dilakukan BI sepanjang semester pertama 2026. Sebelumnya, suku bunga acuan telah dinaikkan menjadi 5,25 persen pada Mei dan kembali meningkat menjadi 5,50 persen pada awal Juni.
Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia juga menyesuaikan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global, serta memastikan inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Dengan kombinasi kebijakan tersebut, BI optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat tetap terjaga sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |