
JAKARTA - India tengah mempercepat pengembangan teknologi gasifikasi batu bara sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dorongan pengembangan ini semakin kuat setelah gangguan di jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, yang sempat mengancam pasokan minyak mentah, LPG, dan bahan baku industri ke negara-negara pengimpor energi, termasuk India.
Gasifikasi batu bara menjadi salah satu alternatif yang dinilai potensial karena India memiliki cadangan batu bara yang sangat besar. Namun, para pakar menilai implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan ekonomi.
Teknologi ini bekerja dengan mengubah batu bara menjadi gas sintetis atau syngas melalui proses pemanasan dan reaksi dengan oksigen serta uap air. Syngas kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti pupuk, metanol, dimetil eter (DME), gas alam sintetis, hingga hidrogen.
Meski memiliki potensi besar, para ahli menilai gasifikasi batu bara tidak dapat sepenuhnya menggantikan impor energi. Teknologi ini lebih tepat diposisikan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi dan diversifikasi sumber energi nasional.
CEO Dastur Energy, Atanu Mukherjee, menyebut gasifikasi batu bara membutuhkan investasi besar, teknologi kompleks, serta waktu pembangunan yang panjang sebelum dapat diimplementasikan secara luas.
“Teknologi ini lebih tepat dilihat sebagai cara memperkuat ketahanan energi, bukan solusi untuk menghilangkan ketergantungan impor,” ujarnya.
India sendiri telah menyetujui program insentif senilai sekitar 3,9 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan proyek gasifikasi batu bara. Pemerintah memberikan subsidi hingga 20 persen dari biaya pembangunan pabrik dan pengadaan peralatan guna menarik minat investor swasta.
Selain India, sejumlah negara lain seperti China juga mengembangkan teknologi serupa sebagai bagian dari strategi energi jangka panjang. Di sisi lain, Indonesia turut menjalankan beberapa proyek gasifikasi batu bara untuk menghasilkan DME sebagai pengganti LPG.
Pengembangan ini menunjukkan meningkatnya tren global dalam memanfaatkan sumber daya batu bara domestik untuk memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |