
BANGKOK - Skandal dugaan kecurangan dalam ujian masuk dan promosi pegawai negeri sipil (PNS) mengguncang Thailand. Ribuan aparatur negara terancam dikenai sanksi skorsing setelah ditemukan indikasi manipulasi hasil tes tahun 2025.
Kasus ini mencuat setelah penyelidikan menemukan dugaan adanya praktik suap untuk mengubah hasil ujian secara elektronik. Para pelaku diduga menerima bayaran hingga 800.000 baht atau sekitar 23.847 dolar AS agar sejumlah peserta dapat lulus ujian wajib untuk pengangkatan maupun kenaikan jabatan.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri Thailand, Unsit Sampuntharat, mengatakan penyidik menemukan kejanggalan pada hasil tes sebanyak 5.814 PNS. Mereka berpotensi dikenai skorsing sambil menunggu keputusan dari komite pemeriksa.
"Kerugiannya sangat besar, dan ini tidak adil bagi mereka yang mendapatkan posisi melalui proses yang jujur," ujar Unsit, dikutip dari AFP, Kamis (16/7/2026).
Pemerintah Thailand juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 800.000 lembar soal ujian untuk mengungkap sejauh mana praktik kecurangan tersebut terjadi.
Dalam perkembangan penyidikan, polisi telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat sebagai dalang kasus tersebut. Mereka terdiri dari dua pria dan satu perempuan yang dijerat dengan sejumlah tuduhan, termasuk dugaan merusak serta menyembunyikan dokumen resmi.
Salah satu tersangka sebelumnya sempat melarikan diri ke Laos sebelum berhasil ditangkap aparat.
Jika terbukti bersalah, para tersangka terancam hukuman denda dan pidana penjara hingga lima tahun.
Pemerintah Thailand menegaskan proses hukum akan terus berjalan guna menjaga integritas sistem seleksi aparatur negara serta memastikan hak peserta yang mengikuti ujian secara jujur tetap terlindungi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |