
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih memiliki peran penting dalam politik Indonesia. Ia mendorong partai tersebut memperkuat konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan Hamdan saat menghadiri Rakornas Bidang Hukum PPP di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Menurut Hamdan, PPP memiliki sejarah panjang sebagai partai yang lahir dari perjuangan politik Islam dan menjadi penerus sejumlah partai Islam sebelum Indonesia merdeka.
Ia menilai keberadaan PPP perlu dipertahankan karena partai tersebut memiliki identitas perjuangan keislaman sekaligus nasionalisme.
Hamdan mengatakan persoalan kepengurusan PPP secara formal telah menemukan kejelasan. Karena itu, ia meminta jajaran partai tidak lagi menjadikan persoalan hukum sebagai hambatan utama dan mulai memusatkan perhatian pada konsolidasi.
Menurutnya, tim hukum dapat menangani persoalan hukum yang masih muncul sehingga pimpinan partai dapat fokus membangun organisasi serta mempersiapkan diri menghadapi pemilu mendatang.
Hamdan juga mendorong PPP merangkul kembali kader maupun pihak-pihak yang sebelumnya menjauh dari partai.
Hamdan menyebut PPP masih memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk membangun kembali kekuatan politik sebelum menghadapi Pemilu 2029.
Ia menilai penguatan fondasi organisasi menjadi tahap awal yang harus diselesaikan. Setelah konsolidasi berjalan, PPP perlu mengaktifkan kembali gerakan politik dan memperluas dukungan di tengah masyarakat.
Menurut Hamdan, proses tersebut bukan pekerjaan ringan. Namun, dengan waktu yang masih tersedia, PPP dinilai memiliki kesempatan untuk membenahi organisasi dan mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu berikutnya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |