
BATAM - Polisi masih menyelidiki kematian seorang mahasiswi berinisial AAPF (21) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Kartini I, Blok JQ 23, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/9/2026).
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh seorang rekan kuliahnya. Saksi mendatangi rumah AAPF setelah korban tidak merespons panggilan telepon yang dilakukan berulang kali.
Polisi kini masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Sekupang Komisaris Hippal Tua Sirait, mewakili Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono, mengatakan salah satu informasi yang sedang didalami berkaitan dengan kondisi akademik korban.
Berdasarkan keterangan rekan kuliah, AAPF sempat mengeluhkan proses penyelesaian tugas akhirnya.
“Informasi sementara dari teman korban, belakangan skripsinya sering ditolak oleh dosen pembimbing,” kata Hippal saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
AAPF diketahui merupakan mahasiswi semester 7 di Batam Tourism Polytechnic (BTP). Pihak kampus disebut telah menggelar rapat tertutup terkait kejadian tersebut.
Informasi mengenai persoalan skripsi juga disampaikan keluarga kepada polisi. Orangtua korban disebut beberapa kali menerima keluhan AAPF mengenai tugas akhirnya yang belum mendapat persetujuan dari dosen pembimbing.
“Orangtua juga memberikan keterangan bahwa korban belakangan sering curhat terkait skripsinya yang ditolak dosen,” ujar Hippal.
Meski persoalan akademik menjadi salah satu informasi yang diperiksa, polisi belum menyimpulkan bahwa masalah skripsi berkaitan langsung dengan kematian AAPF.
Hippal menegaskan seluruh informasi yang diperoleh masih harus dicocokkan dengan hasil pemeriksaan medis serta temuan di tempat kejadian perkara (TKP).
Personel Polsek Sekupang bersama Tim Inafis Polresta Barelang telah melakukan pemeriksaan di lokasi. Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut belum menemukan tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan pada tubuh korban.
“Semua informasi masih kita kumpulkan. Nanti kalau sudah lengkap akan kita sampaikan,” ujar Hippal.
Jenazah AAPF kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih meminta keterangan dari keluarga, rekan kuliah, dan sejumlah saksi lain.
Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan yang diperoleh.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |