
JAKARTA - Perum BULOG memastikan siap menjalankan penugasan pemerintah untuk menambah penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir 2026.
Tambahan jagung yang akan disalurkan mencapai 150.000 ton dan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan peternak, khususnya pelaku usaha skala menengah dan UMKM.
Kebijakan tersebut merupakan salah satu hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai pengelolaan dan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026. Rakortas digelar pada 7 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Penambahan volume penyaluran diperlukan antara lain untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya produksi jagung akibat kondisi kemarau. Pemerintah berharap ketersediaan bahan baku pakan tetap terjaga sehingga aktivitas peternakan tidak terganggu.
Sementara itu, pelaksanaan SPHP Jagung yang sudah berjalan mencatat perkembangan positif. Dari target penyaluran 2026 sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton, pembelian oleh koperasi telah mencapai 159.318.150 kilogram atau sekitar 159,3 ribu ton.
Realisasi tersebut setara dengan 66,05 persen dari target tahunan. Dengan capaian penyaluran harian sekitar 259.650 kilogram, masih terdapat kurang lebih 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton yang perlu diselesaikan hingga target program terpenuhi.
Program SPHP Jagung tahun ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026. Pelaksanaannya juga mengacu pada Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 terkait penyaluran SPHP Jagung kepada konsumen.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah untuk melaksanakan tambahan penugasan tersebut.
Menurutnya, pencapaian realisasi yang sudah melewati 66 persen menunjukkan program SPHP Jagung terus dimanfaatkan oleh peternak. Tambahan volume hingga Desember diharapkan dapat memperkuat ketersediaan jagung pakan di tengah potensi tekanan produksi.
Ahmad Rizal menilai kebijakan stabilisasi jagung penting karena pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Ketersediaan jagung dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.
BULOG selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran jagung dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran.
Dengan tambahan alokasi 150 ribu ton hingga akhir tahun, BULOG menyatakan komitmennya untuk menjaga ketersediaan jagung pakan sekaligus mendukung stabilitas pangan nasional dari sisi hulu hingga hilir.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |