ESC : ( Tutup Form )

Belanda Catat 911 Kematian Berlebih Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Lansia Paling Terdampak


Kamis, 16  Juli  2026 - 10:35 WIB

Belanda Catat 911 Kematian Berlebih Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Lansia Paling Terdampak
Foto Berita

AMSTERDAM - Belanda mengalami dampak serius akibat gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa Barat pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) melaporkan adanya 911 kematian berlebih selama periode 22 Juni hingga 5 Juli dibandingkan angka kematian normal pada periode yang sama.


RIVM menjelaskan bahwa penyebab pasti setiap kematian masih belum dapat dipastikan. Namun, kondisi cuaca yang sangat panas diyakini menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kematian tersebut.


Kelompok yang paling terdampak adalah warga lanjut usia berusia 80 tahun ke atas. Selain itu, wilayah selatan dan timur Belanda menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar karena suhu udara di beberapa lokasi mendekati 40 derajat Celsius.


Gelombang panas tidak hanya terjadi di Belanda, tetapi juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya seperti Belgia, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Kondisi tersebut memecahkan berbagai rekor suhu serta menyebabkan ribuan kematian berlebih di berbagai negara.


Menurut kelompok ilmuwan World Weather Attribution, gelombang panas yang terjadi pada Juni 2026 hampir tidak mungkin terjadi tanpa adanya pengaruh perubahan iklim. Mereka menilai pemanasan global telah meningkatkan kemungkinan sekaligus intensitas cuaca panas ekstrem yang kini semakin sering terjadi.


Sementara itu, Prancis juga menghadapi bencana kebakaran hutan yang diperparah oleh suhu tinggi. Kebakaran terjadi di kawasan hutan Fontainebleau, sekitar 60 kilometer di tenggara Paris, dan menghanguskan sekitar 1.300 hektare hutan yang merupakan kawasan cagar biosfer UNESCO.


Api dengan cepat menyebar akibat cuaca panas dan kondisi hutan yang kering. Ratusan petugas pemadam kebakaran dibantu pesawat pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Sedikitnya 187 penyiraman air dari udara dilakukan, sementara sekitar 600 petugas terus bergantian memadamkan kebakaran.


Pemerintah Prancis juga mengevakuasi sekitar 1.000 warga dari kawasan sekitar hutan demi menjaga keselamatan mereka. Selain merusak kawasan hutan, kebakaran tersebut turut mengganggu layanan kereta api dan arus lalu lintas pada masa liburan.


Gelombang panas yang melanda Eropa kembali menjadi pengingat akan besarnya dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan meningkatnya risiko bencana seperti kebakaran hutan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com