
BERLIN - Gelombang panas yang melanda Jerman sepanjang 2026 diperkirakan telah menyebabkan sekitar 16.300 kematian hingga 3 September. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi sejak pencatatan terkait dampak panas dimulai pada 2016.
Data tersebut disampaikan Institut Robert Koch (RKI). Kelompok lansia menjadi golongan yang paling rentan, dengan sekitar 8.200 kematian terjadi pada masyarakat berusia 85 tahun ke atas.
Gelombang panas tahun ini tidak hanya berdampak pada Jerman. Sejumlah negara Eropa seperti Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani juga menghadapi suhu ekstrem dalam periode yang sama.
Dampaknya turut terasa pada sektor ekonomi. Pemerintah Prancis memperkirakan kerugian ekonomi akibat gelombang panas tahun ini dapat mencapai 15 miliar euro atau sekitar Rp307,6 triliun.
Sementara itu, data EuroMomo menunjukkan adanya peningkatan kematian di berbagai negara Eropa selama periode gelombang panas. Dalam penghitungan sebelumnya, lebih dari 30.000 kematian tambahan tercatat di Eropa.
Kematian tambahan tersebut merupakan jumlah kematian yang berada di atas angka yang biasanya diperkirakan terjadi dalam kondisi normal.
Pada periode pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, jumlah kematian tambahan bahkan disebut melampaui 32.000 kasus. Perhitungan tersebut mencakup 23 negara Eropa dan tidak memasukkan sejumlah wilayah di bagian timur benua.
Berdasarkan pembaruan mingguan EuroMomo, pekan terakhir Juni menjadi periode dengan jumlah kematian tambahan tertinggi, yakni hampir 16.000 kasus. Pekan pertama Juli menyusul dengan sekitar 8.000 kematian tambahan.
Periode tersebut bertepatan dengan gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Eropa. Kondisi cuaca panas dan kering juga memperburuk risiko kebakaran hutan di berbagai daerah.
Angka dari EuroMomo tidak merinci jumlah kematian untuk setiap negara. Karena itu, sejumlah negara kemudian mengeluarkan perkiraan masing-masing berdasarkan data nasional yang tersedia.
AFP, misalnya, memperkirakan terdapat sekitar 33.000 kematian tambahan yang berkaitan dengan gelombang panas berdasarkan data resmi dari delapan negara, yaitu Austria, Belgia, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Portugal, dan Spanyol.
Untuk Jerman sendiri, data yang dihimpun hingga 9 Agustus menunjukkan sekitar 14.000 kematian tambahan terkait gelombang panas. Angka tersebut disebut sebagai rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2016.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |