
WASHINGTON - International Monetary Fund menyampaikan bahwa perekonomian global masih menunjukkan ketahanan meskipun konflik di Timur Tengah telah berlangsung lebih dari tiga bulan dan memicu tekanan pada harga energi dunia.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menegaskan bahwa meski belum terjadi perlambatan ekonomi global yang signifikan, ketahanan tersebut tidak merata di seluruh negara.
IMF mencatat sejumlah indikator utama masih relatif stabil, di antaranya: pertumbuhan ekonomi global belum melambat tajam, pasar keuangan tetap solid dan ekspektasi inflasi jangka menengah masih terkendali.
Namun, tekanan tetap muncul pada harga komoditas dan inflasi akibat ketidakpastian geopolitik yang berlanjut.
Salah satu dampak paling nyata dari konflik ini adalah kenaikan harga minyak yang mencapai sekitar 30 persen dibandingkan sebelum perang.
Meski demikian, lonjakan harga tersebut masih dapat diredam oleh beberapa faktor cadangan minyak strategis di negara besar seperti China, peningkatan produksi energi di luar kawasan Teluk, kebijakan pemerintah untuk menahan dampak kenaikan harga ke konsumen
IMF mengingatkan bahwa negara pengimpor energi dan negara dengan ruang fiskal terbatas menjadi kelompok paling rentan terdampak. Georgieva menekankan bahwa kebijakan subsidi dan perlindungan harga tidak dapat terus dilakukan tanpa batas karena dapat meningkatkan beban anggaran negara.
“Negara tidak dapat terus-menerus menanggung biaya fiskal yang meningkat,” ujar IMF.
Meski inflasi di berbagai negara mengalami kenaikan, IMF menilai kondisi tersebut masih dalam batas terkendali karena: kepercayaan publik terhadap bank sentral tetap kuat, ekspektasi inflasi jangka panjang belum naik signifikan, pasar obligasi dan aset berisiko masih stabil.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |