
JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menyiapkan fondasi serius jelang dua laga penting FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik. Dan fokus utamanya jelas, memperkuat tembok pertahanan Garuda.
Meski dikenal ingin tim bermain agresif dan berintensitas tinggi, Herdman kali ini menaruh perhatian khusus pada satu hal yang sering jadi penentu hasil pertandingan, disiplin bertahan.
Herdman menegaskan bahwa Timnas harus lebih rapi dalam struktur bertahan, terutama dalam konsep rest defense, yakni bagaimana posisi pemain tetap aman saat tim sedang menyerang, agar tidak mudah dihukum saat kehilangan bola.
Targetnya sederhana tapi krusial. Lebih solid dan lebih banyak clean sheet.
Ia mencontohkan laga melawan Bulgaria, meski berakhir kalah 0–1, Indonesia dinilai tampil cukup disiplin karena hanya memberi satu tembakan tepat sasaran kepada lawan. Menurutnya, itu tanda ada perkembangan yang bisa dilanjutkan.
Meski fokus bertahan, Herdman tidak ingin Timnas berubah jadi pasif. Ia tetap menekankan permainan agresif, tempo tinggi, keberanian mengambil risiko saat momen tepat. Artinya, Indonesia tetap harus menekan, tapi dengan kontrol yang lebih matang.
Dalam sesi latihan terakhir di Jakarta, tempo disebut sangat tinggi. Para pemain tidak hanya ditempa fisik, tetapi juga diberi pemahaman baru soal organisasi permainan dan sistem bertahan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |