
JAKARTA - Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum membuat PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan ritel Hypermart, mengubah strategi bisnisnya. Perseroan menilai kehadiran koperasi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap persaingan ritel modern maupun operasional perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), MPPA menyebut KDMP merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok di wilayah pedesaan dan kelurahan. Namun, manajemen menilai model bisnis koperasi tersebut masih berbeda dengan format ritel modern yang dijalankan Perseroan.
"KDMP belum mengubah lanskap kompetisi ritel modern secara signifikan karena Perseroan memiliki format layanan supermarket dan hypermarket yang menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi konsumen," ujar Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto.
Meski demikian, MPPA tetap mencermati perkembangan KDMP, terutama apabila di masa mendatang koperasi tersebut memperluas fungsi, skala operasional, atau jaringan distribusinya hingga memasuki segmen pasar yang sama dengan Perseroan.
Menurut manajemen, hingga saat ini keberadaan KDMP juga belum berdampak terhadap rantai pasok yang dimiliki MPPA. Perseroan mengklaim memiliki jaringan distribusi yang terintegrasi sehingga ketersediaan barang, harga pembelian, maupun kelancaran distribusi ke gerai-gerai Hypermart tetap terjaga.
Selain itu, MPPA memastikan belum ada penutupan gerai yang disebabkan oleh kehadiran KDMP. Jika persaingan di wilayah pedesaan dan kelurahan meningkat di masa mendatang, perusahaan akan mempertahankan pangsa pasar melalui diferensiasi layanan, kelengkapan produk, kualitas produk segar, harga yang kompetitif, serta penguatan rantai pasok.
Di tengah munculnya pemain baru berbasis koperasi, MPPA justru tetap melanjutkan agenda ekspansinya. Perseroan saat ini tengah mengakuisisi enam bidang lahan di Pulau Jawa dengan nilai sekitar Rp 780 miliar.
Sebagian lahan yang telah diperoleh di Surabaya, Gresik, dan Bogor akan digunakan untuk pengembangan jaringan ritel baru, termasuk format Hypermart, Hyfresh, Foodmart Fresh, Foodmart Primo, Boston, hingga FMX.
Pendanaan ekspansi tersebut berasal dari aksi rights issue sebanyak 24 miliar saham dengan target dana mencapai Rp 1,2 triliun.
MPPA menegaskan kehadiran KDMP belum menjadi faktor yang dapat mengubah arah ekspansi jangka menengah perusahaan. Meski akan terus memantau perkembangan kompetisi berbasis koperasi, manajemen menilai program tersebut saat ini hanya menjadi salah satu variabel dalam pemetaan pasar, bukan ancaman yang berpotensi mengganggu strategi pertumbuhan Perseroan.
Dengan kata lain, di tengah gencarnya pengembangan Kopdes Merah Putih, Hypermart masih memilih fokus memperkuat jaringan usaha dan melanjutkan ekspansi daripada mengkhawatirkan persaingan baru yang belum terbukti berdampak langsung terhadap kinerjanya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |