ESC : ( Tutup Form )

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1 Persen, Yen Melemah dan Inflasi Jadi Pemicu


Rabu, 17  Juni  2026 - 12:40 WIB

BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1 Persen, Yen Melemah dan Inflasi Jadi Pemicu
Foto Berita

TOKYO - Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,75 persen menjadi 1 persen. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 1995 dan dilakukan di tengah tekanan pelemahan nilai tukar yen serta meningkatnya inflasi.


Langkah pengetatan moneter itu diambil saat perekonomian Jepang menghadapi dampak kenaikan harga energi dan gejolak pasar global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Melemahnya yen terhadap dolar Amerika Serikat turut memperbesar tekanan terhadap biaya impor dan harga kebutuhan domestik.


Kepala Ekonom Asia HSBC, Frederic Neumann, sebelumnya menilai sinyal kenaikan suku bunga telah disampaikan Gubernur BOJ Kazuo Ueda dalam pidatonya pada awal bulan ini.


"Efek limpahan inflasi yang berasal dari harga minyak mentah yang lebih tinggi lebih mungkin menyebabkan penyimpangan ke atas dalam inflasi inti," kata Neumann.


Selain menaikkan suku bunga, BOJ juga telah melakukan intervensi di pasar valuta asing. Pada Mei lalu, otoritas moneter Jepang menggelontorkan sekitar 11,7 triliun yen atau setara 73,5 miliar dolar AS untuk menopang mata uang domestik.


Meski demikian, upaya tersebut belum mampu menghentikan pelemahan yen. Mata uang Jepang sempat menyentuh level 160 yen per dolar AS dan bertahan di kisaran tersebut sepanjang Juni.


Direktur Ahli Monex Group yang berbasis di Tokyo, Jesper Koll, menilai intervensi pasar tanpa perubahan kebijakan moneter tidak akan memberikan hasil yang maksimal.


"Intervensi tanpa mengubah kebijakan moneter domestik seperti menginjak rem sambil tetap menginjak pedal gas paling banter, penumpang Anda sedikit bersenang-senang, paling buruk, Anda menghabiskan kampas rem," kata Koll.


Pelemahan yen memang memberikan keuntungan bagi sektor ekspor Jepang karena meningkatkan daya saing produk di pasar internasional. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memperbesar biaya impor, memicu inflasi, dan menambah tekanan terhadap keuangan negara.


Untuk mengurangi dampak kenaikan biaya hidup, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menyiapkan anggaran tambahan senilai 3 triliun yen. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu rumah tangga menghadapi kenaikan harga energi dan kebutuhan pokok.


Kebijakan suku bunga terbaru BOJ diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan yen dan stabilitas inflasi Jepang dalam beberapa bulan ke depan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com