ESC : ( Tutup Form )

Tujuh Orang Didakwa dalam Kasus Pembunuhan Capres Ekuador Fernando Villavicencio


Minggu, 09  Aagustus  2026 - 14:39 WIB

Tujuh Orang Didakwa dalam Kasus Pembunuhan Capres Ekuador Fernando Villavicencio
Foto Berita

QUITO - Kejaksaan Ekuador menetapkan tujuh orang sebagai terdakwa dalam perkara pembunuhan kandidat presiden Fernando Villavicencio yang terjadi pada 2023. Mereka diduga memiliki peran dalam merencanakan maupun membantu pelaksanaan pembunuhan tersebut.


Villavicencio tewas ditembak ketika menghadiri kegiatan kampanye di Quito pada 9 Agustus 2023, hanya 11 hari sebelum pemilihan presiden. Saat itu, mantan anggota parlemen sekaligus jurnalis investigasi tersebut menjadi salah satu kandidat yang mendapat perhatian besar dan berada di posisi kedua dalam sejumlah jajak pendapat.


Kejaksaan Ekuador menyatakan ketujuh terdakwa diduga terlibat sebagai pelaku tidak langsung dalam kasus pembunuhan tersebut.


Sejumlah nama yang masuk dalam dakwaan memiliki latar belakang berbeda. Mereka antara lain mantan Menteri Dalam Negeri Jose Serrano, mantan anggota parlemen Ronny Aleaga, pengusaha Xavier Jordan, serta empat orang yang dikaitkan dengan kelompok kriminal Los Lobos.


Salah satu terdakwa adalah Wilmer Chavarria, yang dikenal dengan nama alias "Pipo". Ia disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam jaringan Los Lobos.


Jaksa Ana Hidalgo mengungkap dugaan peran masing-masing terdakwa. Xavier Jordan, yang saat ini tinggal di Amerika Serikat, dituding memberikan pendanaan sekaligus ikut merencanakan aksi pembunuhan.


Sementara itu, Jose Serrano diduga memberikan informasi mengenai keberadaan Villavicencio kepada anggota Los Lobos. Serrano sebelumnya pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada pemerintahan mantan Presiden Rafael Correa.


Ronny Aleaga, yang kini memperoleh suaka di Venezuela, dituduh ikut mengoordinasikan berbagai tindakan yang diperlukan untuk menjalankan rencana pembunuhan tersebut.


Wilmer Chavarria juga disebut memiliki peran dalam perencanaan pembunuhan. Jaksa menduga ia terlibat dalam rencana tersebut dengan imbalan mencapai US$1 juta.


Chavarria saat ini menghadapi proses ekstradisi dari Spanyol ke Ekuador. Ia ditangkap di Malaga pada 2025 dan dikenal sebagai salah satu pengedar narkoba yang paling dicari oleh aparat Ekuador.


Villavicencio sendiri sebelumnya telah mengungkap adanya ancaman terhadap dirinya. Sebagai jurnalis investigasi, ia kerap memberitakan aktivitas kelompok kejahatan terorganisir di Ekuador.


Kasus pembunuhan tersebut sebelumnya telah menyeret sejumlah orang ke pengadilan. Lima orang telah dijatuhi hukuman karena keterkaitan mereka dengan pembunuhan Villavicencio, dengan beberapa di antaranya menerima vonis penjara hingga 34 tahun.


Pelaku yang diduga menjadi eksekutor penembakan tewas setelah ditembak oleh anggota pengawal Villavicencio. Sementara itu, enam tersangka lain yang disebut berkaitan dengan kasus tersebut kemudian meninggal ketika berada di dalam penjara.


Proses hukum terhadap tujuh terdakwa terbaru menjadi bagian dari upaya aparat Ekuador mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik pembunuhan salah satu kandidat presiden dalam Pemilu 2023 tersebut.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com