
BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menjalankan program bantuan sosial Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) pada 2026 dengan anggaran mencapai Rp1,4 miliar. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat miskin yang membutuhkan dukungan ekonomi, terutama warga yang belum memperoleh bantuan dari program lain.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, penerima Sapa Bantul tahun ini tidak hanya berasal dari kelompok masyarakat miskin ekstrem. Pemerintah juga memasukkan warga miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun dana desa.
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial Bantul, Jazim Ahmadi, mengatakan penentuan penerima mengacu pada data dalam Sistem Informasi Data Menuju Sejahtera (Sidamesra).
"Prioritas diberikan kepada masyarakat miskin yang belum menerima bantuan sejenis dari sumber anggaran lainnya," ujar Jazim.
Dengan anggaran yang tersedia, jumlah penerima tahun ini mencapai 1.000 orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2025 yang mencapai 1.154 penerima. Setiap warga penerima akan mendapatkan bantuan senilai Rp200.000 per bulan.
Penyaluran bantuan juga mengalami perubahan mekanisme. Dinas Sosial Bantul kini menggunakan sistem virtual account (VA) untuk mendukung distribusi yang lebih tertib dan tepat sasaran.
Melalui sistem tersebut, pendamping di tingkat kalurahan akan membantu proses penyaluran kepada penerima. Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok melalui warung pangan yang telah ditentukan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Bantul, Sujarwo, menjelaskan program Sapa Bantul berlangsung selama lima bulan, mulai April hingga Agustus 2026.
"Penyaluran bulan April sudah selesai dilakukan kepada seluruh penerima yang masuk dalam daftar," katanya.
Menurutnya, daftar penerima dapat mengalami perubahan setiap bulan menyesuaikan kondisi masyarakat, seperti perubahan tingkat kesejahteraan maupun adanya penerima yang meninggal dunia.
Dari sisi wilayah, jumlah penerima terbanyak berada di Kapanewon Sewon dengan 150 orang, kemudian Kapanewon Sedayu sebanyak 131 orang. Sementara penerima paling sedikit tercatat di Kapanewon Pajangan dan Piyungan, masing-masing sebanyak 22 orang.
Pemkab Bantul berharap program Sapa Bantul tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal melalui transaksi di warung pangan warga.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |