
JAKARTA - Pemerintah kembali mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak lima pesawat TNI Angkatan Udara diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB dengan membawa total 65 ton logistik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya hadir langsung dalam proses pemberangkatan tersebut. Ia datang sekitar pukul 03.30 WIB bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta jajaran TNI AU.
Sebelum pesawat diterbangkan, Teddy dan rombongan mengecek langsung pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas dengan nomor ekor A-4001. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan telah dimuat dan siap dikirim ke wilayah terdampak.
Teddy mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari instruksi Presiden untuk mempercepat penanganan bencana. Pada hari kelima pascabencana, pemerintah kembali mengirim puluhan ton kebutuhan masyarakat melalui jalur udara.
Sejak hari pertama bencana, pengiriman logistik menggunakan pesawat telah dilakukan secara bertahap. Pada pengiriman awal, sekitar 27 ton bantuan diterbangkan. Dengan tambahan pengiriman terbaru, total logistik yang telah dikirim melalui jalur udara mencapai 253 ton hingga hari kelima.
Berbagai kebutuhan masyarakat berada dalam daftar bantuan, mulai dari makanan dan minuman hingga tenda, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Untuk mempermudah penyaluran, pemerintah menyiapkan dua pusat distribusi utama di Labuan Bajo dan Maumere. Posko Labuan Bajo digunakan untuk mendistribusikan bantuan ke Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.
Sementara itu, posko Maumere menjadi titik pengiriman bantuan untuk wilayah Sikka, Ende, Nagekeo, dan daerah lain yang membutuhkan.
Dari kedua lokasi tersebut, logistik kemudian disalurkan menggunakan berbagai moda transportasi. Pemerintah memanfaatkan helikopter, pesawat Cassa, kapal laut, serta kendaraan melalui jalur darat agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.
Dukungan melalui jalur laut juga terus diperkuat. Tiga kapal perang TNI Angkatan Laut telah berada di kawasan terdampak, sementara satu kapal rumah sakit dijadwalkan segera bergabung dalam operasi kemanusiaan.
Untuk jalur darat, Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan akses menuju sejumlah wilayah terdampak sudah dapat dilalui sejak hari kedua setelah bencana.
Selain logistik, pemerintah menambah kekuatan personel di lapangan. Hingga Rabu pagi, hampir 10 ribu personel TNI dan Polri telah berada di Pulau Flores untuk membantu proses penanganan bencana.
Teddy menegaskan pemerintah terus mengawasi proses distribusi agar bantuan yang sudah tiba di posko tidak berhenti di tempat penyimpanan, melainkan segera diteruskan kepada warga yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada aparat, relawan, masyarakat, dan seluruh pihak yang ikut membantu penanganan bencana di NTT.
Pemerintah berharap percepatan pengiriman dan distribusi logistik dapat membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak selama masa tanggap bencana
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |