
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan sejumlah lembaga internasional masih menaruh kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia meskipun kondisi global masih dipenuhi ketidakpastian.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa International Monetary Fund (IMF) tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026. Menurutnya, angka tersebut dipertahankan ketika sejumlah negara berkembang justru mengalami revisi penurunan proyeksi pertumbuhan.
Optimisme serupa juga disampaikan Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,2 persen pada 2026. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan rata-rata negara-negara Asia Tenggara yang diperkirakan berada di kisaran 4,6 persen.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek stabil. Status tersebut menunjukkan Indonesia masih berada dalam kategori investment grade atau layak investasi.
Ferry menilai penilaian dari S&P memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Bahkan, menurutnya, prospek yang diberikan S&P relatif lebih baik dibandingkan sejumlah lembaga pemeringkat internasional lainnya, seperti Moody's dan Fitch.
Pemerintah memandang berbagai proyeksi dan penilaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Karena itu, momentum positif ini dinilai perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu memperkuat stabilitas ekonomi dan menjaga iklim investasi tetap kondusif.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |