
YOGYAKARTA - Muhammadiyah memberikan apresiasi terhadap Program Revitalisasi Sekolah yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan yang rusak, sekaligus mempercepat pemulihan layanan belajar di berbagai daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan revitalisasi bagi sekolah yang terdampak bencana, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga rusak total.
Menurutnya, di Provinsi Aceh proses pembangunan kembali sekolah telah berjalan signifikan. Dari lebih dari 3.000 sekolah yang mengalami kerusakan, hampir seluruhnya sudah mulai dibangun. Sementara sekitar 180 sekolah lainnya masih menunggu penetapan lokasi baru karena lokasi lama dinilai tidak lagi aman akibat banjir.
Selain menyiapkan anggaran pembangunan, pemerintah juga memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui penyediaan sekolah sementara dan ruang kelas darurat. Abdul Mu'ti menegaskan, saat ini tidak ada lagi peserta didik yang harus belajar di tenda pengungsian.
Ia menjelaskan, sebagian siswa memang masih menggunakan fasilitas umum atau bergabung dengan sekolah lain selama proses pembangunan berlangsung. Namun, layanan pendidikan tetap berjalan agar hak belajar peserta didik tidak terganggu.
Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menyambut baik pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah memang menjadi kebutuhan mendesak setelah banyak bangunan pendidikan mengalami kerusakan selama bertahun-tahun.
Didik juga mengapresiasi penerapan sistem pembangunan berbasis swakelola yang melibatkan pihak sekolah dan masyarakat. Skema tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sehingga perawatan fasilitas sekolah dapat dilakukan secara bersama.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat selama proses pembangunan berlangsung. Pengawasan, kata Didik, harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi agar kualitas bangunan tetap memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan.
Program revitalisasi sekolah diharapkan mampu mempercepat penyediaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, dinilai menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |