
BISHKEK - Pemerintah Kirgizstan resmi memperkenalkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT) sebagai kawasan keuangan dan investasi internasional yang ditujukan untuk menarik modal dari berbagai negara, sekaligus menjadi pintu masuk menuju pasar Asia Tengah dan Eurasia.
Peluncuran kawasan yang berada di tepi Danau Issyk-Kul tersebut dihadiri pejabat pemerintah serta delegasi dari berbagai negara. Peresmian ditandai dengan aktivasi geotag simbolis sebagai penanda dimulainya operasional pusat investasi baru itu.
Presiden Kirgizstan, Sadyr Japarov, mengatakan pembentukan Tamchy SFIT merupakan bagian dari strategi negaranya untuk menciptakan pusat bisnis berstandar internasional yang mampu memberikan kepastian hukum bagi investor.
Menurutnya, perubahan lanskap ekonomi global menuntut hadirnya kawasan investasi yang mengedepankan inovasi, regulasi yang konsisten, serta sistem hukum yang dapat dipercaya. Karena itu, Tamchy SFIT dibangun dengan regulator independen dan mekanisme pengawasan modern guna memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang.
Salah satu keunggulan kawasan tersebut adalah penerapan sistem English Common Law sebagai dasar hukum. Kerangka hukum tersebut dinilai lebih akrab bagi pelaku bisnis internasional dan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor asing.
Selain itu, pemerintah Kirgizstan menawarkan berbagai insentif fiskal, termasuk pembebasan pajak hingga 49 tahun. Fasilitas tersebut mencakup tarif nol persen untuk pajak penghasilan badan, dividen, keuntungan modal (capital gain), serta pajak pertambahan nilai (PPN).
Untuk mempermudah investasi lintas negara, seluruh layanan administrasi di Tamchy SFIT dirancang berbasis digital. Mulai dari pendirian perusahaan hingga pengelolaan operasional dapat dilakukan secara daring tanpa keharusan hadir langsung di Kirgizstan.
Tamchy juga menawarkan konsep kawasan bisnis yang dipadukan dengan lingkungan alam. Berlokasi di kawasan Danau Issyk-Kul dengan latar Pegunungan Tian Shan, wilayah ini dikembangkan sebagai pusat bisnis modern yang mendukung aktivitas perusahaan sekaligus memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pelaku usaha.
Wakil Ketua Pertama Dewan Pengelola Tamchy SFIT, Ali Ijaz Ahmad, menyatakan kawasan tersebut dirancang menjadi platform investasi yang fleksibel dan terpercaya bagi perusahaan global yang ingin memperluas pasar di kawasan Eurasia.
Sejumlah perusahaan internasional telah bergabung sebagai penghuni awal kawasan tersebut. Salah satunya adalah perusahaan induk asal Korea Selatan, Serim.
Chief Executive Officer Serim, Seo Dong Hyun, menilai kepastian hukum menjadi faktor utama dalam menentukan lokasi investasi jangka panjang. Ia mengungkapkan keputusan mendaftarkan perusahaan keluarganya di Tamchy SFIT didasarkan pada keyakinan terhadap sistem regulasi yang diterapkan kawasan tersebut.
Pemerintah Kirgizstan menargetkan sekitar 4.000 perusahaan akan beroperasi di Tamchy SFIT pada 2035. Kawasan ini diharapkan berkembang menjadi pusat investasi yang menghubungkan aktivitas bisnis antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa, sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan internasional, termasuk dari Indonesia, yang ingin memperluas ekspansi ke pasar Eurasia.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |