
JAKARTA - Sebanyak 54 pendidik dari empat SMA Unggul Garuda yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru mengikuti Workshop Pembekalan dan Persiapan Operasional SMA Unggul Garuda yang berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan talenta unggul bangsa yang berdaya saing global dan berkarakter kebangsaan.
Penutupan kegiatan yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan dan Stella Christie serta Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan SMA Unggul Garuda mampu mencetak generasi pemimpin masa depan yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global.
Selama empat hari, pembekalan membahas berbagai aspek penting, mulai dari kurikulum, tata kelola sekolah, sistem asrama, penguatan karakter, hingga strategi transisi menuju standar pendidikan internasional. Program ini menjadi bagian dari persiapan operasional sekolah menjelang tahun ajaran baru.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“Sekolah Garuda adalah visi mulia Bapak Presiden. Kunci Sekolah Garuda adalah para pendidiknya. Saya percaya para pendidik yang telah melalui seleksi ketat ini akan melahirkan pemimpin masa depan yang berwawasan global dan memiliki kepekaan lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan kurikulum, tetapi terutama oleh kualitas pendidik sebagai teladan bagi siswa. Karena itu, proses seleksi tenaga pendidik menjadi tahap penting dalam pembangunan sekolah tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Fauzan menekankan pentingnya integritas dalam dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pendidikan unggul harus seimbang antara kecerdasan intelektual, kesehatan mental, dan kematangan karakter.
“Unggul tidak hanya cukup sehat dan tidak cukup hanya cerdas, tetapi harus disertai integritas dan tanggung jawab kepada negara, masyarakat, dan keluarga,” katanya.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani melaporkan bahwa pembekalan ini menghasilkan sejumlah dokumen penting, termasuk kurikulum satuan pendidikan, panduan MPLS, regulasi asrama, indikator kinerja utama, perencanaan Learning Management System (LMS), hingga strategi transisi menuju kurikulum International Baccalaureate (IB).
Selain itu, peserta juga memperoleh referensi praktik baik pendidikan global seperti penguatan kemampuan bahasa, pemanfaatan e-library dan e-journal, serta layanan college counselor untuk mendukung siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Melalui program ini, Kemdiktisaintek optimistis SMA Unggul Garuda dapat menjadi model pendidikan unggul nasional yang mencetak generasi berkelas dunia sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |