
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh mendekati 6 persen pada paruh kedua 2026, meski menghadapi berbagai tekanan baik dari dalam negeri maupun situasi global.
Purbaya mengungkapkan, saat menghadiri forum internasional seperti pertemuan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2026, dirinya sempat menggambarkan kondisi yang dihadapi Indonesia sebagai tantangan berat.
Ia menyebut Indonesia harus melewati sejumlah persoalan, mulai dari gejolak sosial hingga tekanan dari lembaga pemeringkat internasional. Setelah itu, kondisi global kembali mendapat tekanan akibat konflik di Iran.
“Dalam kondisi seperti itu saya mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah menteri paling tidak beruntung di dunia,” ujar Purbaya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Purbaya menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Menurutnya, pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Ia mengatakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar 5 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi nasional meskipun masih mendapat kritik dari sejumlah pihak.
Purbaya menegaskan pemerintah akan membuktikan bahwa berbagai kekhawatiran terhadap ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya tepat.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama dan kedua 2026 tetap positif, meskipun kuartal kedua mengalami perlambatan dibanding periode sebelumnya.
“Pada paruh kedua tahun ini, saya akan memastikan ekonomi kita bisa tumbuh mendekati angka 6 persen,” kata Purbaya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |