
CHONGQING - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah barat daya China memicu bencana tanah longsor di Kota Chongqing pada Jumat (17/7/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia, sementara 34 lainnya masih dinyatakan hilang.
Longsor terjadi di kawasan sepanjang Sungai Wujiang dan menyebabkan sejumlah bangunan tertimbun material tanah. Hingga saat ini, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Media pemerintah China melaporkan sebanyak 10 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Pemerintah setempat bersama berbagai instansi terus mengerahkan personel dan peralatan untuk mempercepat proses penyelamatan.
Sebagai respons atas bencana tersebut, Kementerian Manajemen Darurat China menetapkan status tanggap darurat nasional Level II. Sekitar 400 petugas penyelamat beserta alat berat telah diterjunkan ke lokasi guna mendukung operasi pencarian dan penanganan dampak longsor.
Pemerintah pusat juga menyalurkan dana bantuan darurat sebesar 50 juta yuan atau sekitar 7,36 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan di wilayah terdampak.
Presiden Xi Jinping meminta seluruh pihak terkait melaksanakan operasi pencarian secara maksimal serta mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat. Ia juga menginstruksikan agar langkah-langkah pencegahan dilakukan guna menghindari kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Selain penanganan korban, Xi menekankan pentingnya investigasi terhadap penyebab bencana serta evaluasi menyeluruh terhadap potensi risiko geologi agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |