
SINGAPURA - Pemerintah Singapura tengah menyiapkan langkah baru untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup dan membesarkan anak. Perdana Menteri Lawrence Wong dijadwalkan mengumumkan sejumlah kebijakan tersebut dalam National Day Rally (NDR) pada 23 Agustus 2026.
Kebijakan yang sedang dikaji mencakup biaya pengasuhan anak, ketersediaan layanan penitipan bayi dan anak dengan harga terjangkau, hingga dukungan bagi keluarga dalam berbagai fase kehidupan.
Mengutip The Business Times, Sabtu (8/8/2026), Wong mengatakan pemerintah memahami semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi orang tua. Karena itu, dukungan keluarga tidak lagi dilihat hanya dari sisi pernikahan dan kelahiran anak, tetapi perlu mencakup perjalanan kehidupan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Pemerintah Singapura melakukan kajian melalui Marriage and Parenthood Reset Workgroup, kelompok lintas kementerian yang dibentuk pada April 2026. Langkah tersebut berlangsung ketika angka fertilitas total Singapura berada pada level terendah dalam sejarah.
Dalam pesan Hari Nasional yang disampaikan pada 8 Agustus, Wong menyebut tekanan terhadap keluarga merupakan persoalan yang juga dirasakan masyarakat di berbagai negara.
Orang tua, menurutnya, menghadapi tuntutan untuk memberikan kehidupan dan masa depan terbaik bagi anak. Di saat yang sama, mereka harus membagi perhatian antara pekerjaan, keluarga, serta perawatan anggota keluarga yang telah lanjut usia.
“Kami mendengar kekhawatiran ini di Singapura,” kata Wong dalam pesan yang direkam di National Stadium.
Ia menegaskan kemajuan ekonomi dan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Pemerintah ingin membangun Singapura sebagai tempat di mana masyarakat dapat mengejar cita-cita, membangun keluarga dengan lebih tenang, dan memandang masa depan dengan optimisme.
Selain persoalan keluarga, Wong turut menyoroti perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap anak-anak.
Menurutnya, media sosial memiliki manfaat karena memungkinkan masyarakat berkomunikasi, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, penggunaan yang berlebihan juga dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kesehatan mental, hubungan sosial, serta perkembangan anak dan remaja.
Karena itu, pemerintah berencana memperkuat perlindungan bagi anak di ruang digital. Upaya tersebut diarahkan agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman sekaligus bertanggung jawab.
Di bidang teknologi, Singapura juga tidak ingin tertinggal dalam perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Wong mengatakan pemerintah akan terus mengembangkan dan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang pekerjaan yang lebih baik. Bersamaan dengan itu, investasi dalam keterampilan dan pelatihan tenaga kerja akan diperkuat agar masyarakat mampu mengikuti perubahan teknologi.
Namun, pemerintah tidak akan mengadopsi teknologi secara membabi buta. Setiap perkembangan baru akan dipertimbangkan berdasarkan manfaat dan dampaknya terhadap masyarakat Singapura.
“Singapura akan mengadopsi kemajuan ini dengan caranya sendiri. Teknologi harus tetap menjadi alat yang melayani masyarakat, memperkuat komunitas, dan meningkatkan kehidupan,” ujar Wong.
Melalui rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah Singapura berupaya menjaga agar kemajuan ekonomi dan teknologi berjalan seiring dengan penguatan keluarga serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |