
FLORES - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan pendidikan bagi madrasah yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berupa 1.000 school kit dan 16 ruang belajar sementara atau Temporary Learning Space (TLS).
Bantuan diberikan untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat bencana.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan kondisi bencana tidak seharusnya membuat anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan peserta didik tetap mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak.
Berdasarkan pendataan sementara Kemenag, terdapat 72 madrasah yang terdampak gempa Flores. Dari jumlah tersebut, 15 madrasah dengan tingkat kerusakan paling parah menjadi prioritas penanganan tahap awal.
Untuk mendukung aktivitas belajar, Kemenag menyiapkan 16 TLS yang akan digunakan sebagai tempat pembelajaran sementara. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi selama proses perbaikan bangunan madrasah berlangsung.
Selain menyediakan ruang belajar, Kemenag juga membagikan 1.000 school kit kepada siswa terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi sebagian kebutuhan perlengkapan belajar selama masa pemulihan.
Kemenag menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah yang terdampak gempa.
Pemetaan kebutuhan akan terus dilakukan bersama pihak terkait untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya. Pemerintah juga berupaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan secara bertahap hingga fasilitas madrasah dapat kembali digunakan.
Dengan tersedianya ruang belajar sementara dan perlengkapan sekolah, para siswa diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dalam kondisi yang lebih aman sembari proses rehabilitasi fasilitas pendidikan dilakukan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |