
ASTANA - Pemerintah Indonesia tengah memperkuat ekspansi perdagangan ke kawasan Asia Tengah dengan menjajaki pembukaan jalur distribusi baru melalui Kazakhstan. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperluas akses ekspor Indonesia ke pasar Eurasia.
Penguatan kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda utama kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri RI, M Anis Matta, ke Kazakhstan pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026. Dalam rangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Kazakhstan, kedua negara membahas pengembangan konektivitas perdagangan serta peluang pembentukan koridor ekonomi baru.
Kementerian Luar Negeri RI menekankan bahwa peningkatan konektivitas menjadi faktor penting dalam memperlancar arus barang, investasi, serta aktivitas ekonomi lintas negara.
Selain penguatan jalur perdagangan, Indonesia dan Kazakhstan juga membahas pendekatan kerja sama yang lebih bersifat saling melengkapi. Artinya, hubungan ekonomi tidak hanya difokuskan pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga pada sektor-sektor yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua negara.
Meski nilai perdagangan bilateral Indonesia-Kazakhstan pada 2025 tercatat sekitar 244,7 juta dolar AS, pemerintah menilai angka tersebut masih jauh dari potensi sebenarnya yang dapat dikembangkan.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan, M Fadjroel Rachman, sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa nilai perdagangan kedua negara berpotensi meningkat hingga mencapai 2 miliar dolar AS. Proyeksi tersebut didorong oleh penguatan kerja sama di sektor logistik, pembukaan penerbangan langsung, kemudahan visa, serta peningkatan investasi di bidang energi dan mineral.
Dalam jangka panjang, implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU FTA) juga diperkirakan dapat mendorong nilai perdagangan kawasan hingga 10 miliar dolar AS setelah seluruh negara anggota meratifikasi kesepakatan yang telah ditandatangani pada akhir 2025.
Selain sektor perdagangan, kedua negara turut membahas peningkatan konektivitas masyarakat, termasuk melalui kemudahan akses visa, pembukaan rute penerbangan langsung, serta kerja sama di sektor industri kreatif. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas pelaku usaha, wisatawan, dan investor.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menlu RI juga melakukan pembahasan kerja sama sertifikasi halal dengan Grand Mufti Kazakhstan, serta berdialog dengan sejumlah lembaga internasional terkait ketahanan pangan dan stabilitas kawasan.
Kazakhstan dipandang memiliki posisi penting sebagai pintu masuk menuju pasar Eurasia. Melalui penguatan kerja sama perdagangan dan implementasi perjanjian Indonesia-EAEU FTA, pemerintah berharap ekspor nasional dapat semakin beragam dan tidak bergantung pada pasar tradisional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |