
RIYADH - Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Arab Saudi (Nazaha) menangkap 130 warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana korupsi. Penindakan itu merupakan hasil operasi pengawasan dan penyelidikan yang dilakukan sepanjang Juni 2026.
Dalam keterangannya, Nazaha menyebut telah melaksanakan 1.585 kegiatan inspeksi serta memeriksa 385 orang yang diduga terlibat dalam pelanggaran terkait penyalahgunaan jabatan dan pengelolaan keuangan negara.
Sejumlah tersangka berasal dari berbagai instansi pemerintah, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kota dan Perumahan, serta Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan.
Penyidik menduga para tersangka melakukan berbagai pelanggaran, termasuk praktik penyuapan dan penyalahgunaan kewenangan dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.
Nazaha menjelaskan sebagian tersangka telah dibebaskan sementara dengan jaminan selama proses penyidikan berlangsung. Sementara itu, penyelesaian administrasi dan proses hukum terus dilakukan sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan.
Lembaga antirasuah tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi serta menjaga integritas tata kelola pemerintahan dan keuangan negara. Nazaha juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan dugaan tindak pidana korupsi melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Arab Saudi dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan melalui penegakan hukum terhadap pelaku korupsi, tanpa memandang jabatan maupun status kewarganegaraan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |