
DOHA - Qatar kembali mengoperasikan pengiriman gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz setelah aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut sempat terganggu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data pelacakan kapal, empat kapal tanker LNG yang berada di bawah kendali Qatar tercatat memasuki Selat Hormuz pada Senin (22/6/2026). Langkah ini menandai kembalinya aktivitas pengiriman energi dari negara eksportir LNG terbesar dunia tersebut melalui salah satu jalur pelayaran terpenting bagi perdagangan energi global.
Keempat kapal tersebut menjadi bagian dari armada yang kembali memanfaatkan rute pelayaran di sekitar wilayah Iran setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan terhadap lalu lintas maritim di kawasan.
Meski demikian, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih belum sepenuhnya normal. Jumlah kapal yang melintas tercatat jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum konflik meningkat. Sejumlah operator kapal disebut masih berhati-hati karena mempertimbangkan risiko keamanan yang belum sepenuhnya mereda.
Para analis menilai angka pelayaran yang tercatat kemungkinan lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Beberapa perusahaan pelayaran diketahui memilih menonaktifkan sistem pelacakan otomatis kapal untuk alasan keamanan selama melintasi kawasan yang dianggap berisiko tinggi.
Sebelumnya, Iran sempat melonggarkan pembatasan tidak resmi terhadap lalu lintas kapal setelah menyepakati perpanjangan masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Namun situasi kembali berubah ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut sebagai respons atas perkembangan konflik regional.
Walau ketidakpastian masih membayangi, ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk tetap berlangsung. Berbagai kapal tanker minyak mentah dan LNG terus melakukan pelayaran menuju pasar utama di Asia dan wilayah lainnya.
Sejumlah perusahaan energi besar di kawasan Teluk juga mulai menyesuaikan strategi perdagangan mereka dengan menawarkan fleksibilitas lokasi pemuatan minyak sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara produsen di Timur Tengah menuju pasar global. Karena itu, setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi dan pergerakan harga minyak internasional.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |