
BEIJING - Pergerakan harga minyak dunia kini tidak hanya dipengaruhi oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga oleh kebijakan energi dari China.
Sebagai salah satu konsumen minyak terbesar di dunia, China memiliki pengaruh signifikan terhadap keseimbangan pasar global. Negara tersebut mampu menahan atau mendorong harga minyak melalui pengaturan impor, pemanfaatan cadangan strategis, hingga perubahan pola konsumsi energi domestik.
Dalam beberapa tahun terakhir, China memperkuat ketahanan energinya dengan membangun cadangan minyak dalam jumlah besar. Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan pembelian minyak saat harga rendah, terutama dari negara seperti Rusia dan Iran, sehingga memperkuat posisi stok energi nasional.
Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan listrik di China turut mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Saat ini, hampir setengah penjualan mobil baru di negara tersebut berasal dari kendaraan listrik, yang secara bertahap menekan permintaan minyak mentah.
Analis energi menilai langkah-langkah tersebut menjadikan China sebagai “penyeimbang” pasar minyak global. Ketika terjadi gangguan pasokan akibat konflik internasional, termasuk potensi penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz, kebijakan China dapat meredam lonjakan harga di pasar dunia.
Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa kapasitas penyerapan minyak oleh China tidak terbatas. Jika terjadi perubahan kebijakan impor secara tiba-tiba, pasar global tetap berpotensi mengalami volatilitas.
Saat ini, dengan kondisi pasokan global yang fluktuatif, peran China semakin dianggap penting dalam menjaga stabilitas harga minyak dunia di tengah dinamika politik internasional yang terus berubah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |