
BEIJING - Penyaluran pinjaman baru di China pada Mei 2026 tercatat meningkat tipis setelah mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya. Namun, pemulihan tersebut masih lebih lemah dari perkiraan pasar, seiring berlanjutnya tekanan di sektor properti dan melemahnya permintaan kredit rumah tangga.
Berdasarkan perhitungan Reuters dari data Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC), pinjaman baru dalam yuan mencapai 520 miliar yuan (sekitar US$77 miliar) pada Mei. Angka ini naik dari kontraksi 10 miliar yuan pada April, tetapi masih di bawah ekspektasi analis sebesar 550 miliar yuan. Sebagai perbandingan, pada Mei tahun sebelumnya, pinjaman baru tercatat 620 miliar yuan.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Mei 2026, bank-bank di China menyalurkan 9,11 triliun yuan pinjaman baru. Angka ini turun dari 10,68 triliun yuan pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan melemahnya permintaan kredit akibat perlambatan aktivitas bisnis, konsumsi rumah tangga yang melambat, serta tekanan di sektor properti.
Pinjaman rumah tangga, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR), kembali mengalami kontraksi sebesar 141,2 miliar yuan pada Mei, meski lebih kecil dibanding penurunan 786,9 miliar yuan pada April.
Sementara itu, pinjaman korporasi justru meningkat menjadi 640 miliar yuan dari 390 miliar yuan pada bulan sebelumnya.
Analis ANZ Research menilai pasar properti di China masih menunjukkan disparitas yang lebar antarwilayah, sementara proses deleveraging di sektor rumah tangga membuat pemulihan kredit berjalan lambat. Kondisi ini dinilai meningkatkan ketergantungan pada kebijakan fiskal sebagai penopang utama stabilisasi ekonomi.
Meski People’s Bank of China mendorong bank-bank besar milik negara untuk mempercepat penyaluran kredit, pertumbuhan pinjaman tetap terbatas karena rendahnya permintaan, bukan karena keterbatasan pasokan kredit.
Contohnya, penjualan mobil pada Mei tercatat turun sekitar 20%, menandakan lemahnya momentum konsumsi domestik.
Outstanding pinjaman dalam yuan tumbuh 5,5% secara tahunan menjadi 281,02 triliun yuan pada Mei, sedikit melambat dari 5,6% pada April, namun masih sesuai ekspektasi pasar.
Sementara itu: M2 (uang beredar luas) tumbuh 8,6% (di atas ekspektasi 8,5%), M1 (uang beredar sempit) naik 5,5%, Total Social Financing (TSF) tumbuh 7,7%, melambat dari 7,8% pada April.
PBOC menegaskan bahwa perlambatan kredit tidak serta-merta menunjukkan pelemahan dukungan finansial, melainkan mencerminkan perubahan struktur ekonomi. Pemerintah disebut tengah mendorong pergeseran dari sektor padat kredit seperti properti menuju sektor teknologi dan jasa yang lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada pembiayaan utang.
China sendiri masih menghadapi perlambatan momentum ekonomi sejak April, ditandai dengan melemahnya output industri dan penjualan ritel yang berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |