
CARACAS - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026) waktu setempat, korban tewas dilaporkan mencapai 1.430 orang, sementara sedikitnya 3.238 warga mengalami luka-luka.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Tim penyelamat masih berupaya menemukan warga yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.
Dua gempa besar yang terjadi secara berurutan di dekat pesisir Karibia mengakibatkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, hingga infrastruktur transportasi, termasuk bandara. Fenomena tersebut dikategorikan sebagai gempa kembar (doublet earthquake) karena dua gempa berkekuatan besar terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
Beberapa daerah yang mengalami kerusakan paling parah mulai menghadapi kendala distribusi bantuan. Warga di sejumlah lokasi terdampak mengaku masih kekurangan alat berat untuk mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Relawan bersama masyarakat setempat terpaksa melakukan evakuasi secara manual sambil menunggu tambahan bantuan dari pemerintah.
Pemerintah Venezuela terus mengerahkan personel penyelamat, tenaga medis, dan bantuan logistik ke wilayah bencana. Sementara itu, otoritas mengimbau masyarakat tetap waspada karena ratusan gempa susulan masih terjadi sejak bencana utama mengguncang negara tersebut.
"Operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan," kata Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |