
RIYADH - Arab Saudi dan Turki resmi menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan proyek jaringan kereta api lintas negara yang berpotensi menghubungkan Eropa, Timur Tengah, hingga kawasan suci Makkah dan Madinah.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Riyadh pada 9 Juni 2026 oleh Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi, Saleh Al-Jasser, serta Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloğlu.
Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu koridor transportasi darat terbesar di kawasan, dengan tujuan meningkatkan konektivitas perdagangan dan mobilitas penumpang antarnegara.
Berdasarkan rencana awal, jalur kereta tersebut akan menghubungkan jaringan transportasi di Eropa Selatan dan Turki, kemudian melintasi wilayah Suriah melalui Aleppo dan Damaskus, berlanjut ke Yordania, hingga Pelabuhan Aqaba sebelum masuk ke wilayah Arab Saudi.
Di dalam Arab Saudi, jalur direncanakan melewati sejumlah kawasan strategis seperti Makkah Al-Mukarramah, Madinah Al-Munawwarah, serta kawasan futuristik NEOM.
Jika terealisasi, koridor ini akan melayani transportasi penumpang dan logistik dengan waktu tempuh lebih cepat serta biaya yang lebih efisien dibandingkan jalur transportasi konvensional, terutama angkutan laut.
Proyek ini juga disebut sebagai upaya revitalisasi Jalur Kereta Hejaz, jalur bersejarah yang mulai beroperasi pada 1908 dan dahulu menghubungkan Damaskus dengan Madinah untuk perjalanan jemaah haji.
Jalur tersebut sempat rusak parah akibat Perang Dunia I dan tidak lagi beroperasi secara penuh hingga saat ini. Rencana modernisasi ini dinilai sebagai langkah untuk menghidupkan kembali konektivitas historis menuju Tanah Suci dengan teknologi transportasi modern.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloğlu, menyebut proyek ini merupakan bagian dari visi jangka panjang yang berpotensi diperluas hingga Oman.
Menurutnya, jalur ini juga dapat menjadi alternatif jalur perdagangan darat yang mengurangi ketergantungan pada jalur laut, termasuk kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
Selain MoU bilateral, proyek ini merupakan kelanjutan dari kerja sama regional yang sebelumnya melibatkan Turki, Suriah, dan Yordania dalam pengembangan infrastruktur transportasi lintas batas.
Beberapa uji coba jalur logistik dari Turki menuju Arab Saudi melalui Irak juga telah dilakukan dan diklaim menunjukkan hasil positif.
“Uji coba tersebut menunjukkan kelayakan rute ini,” ujar Uraloğlu.
Sementara itu, Menteri Transportasi Arab Saudi, Saleh Al-Jasser, menyebut studi kelayakan proyek ditargetkan selesai pada akhir 2026. Namun hingga saat ini, belum ada jadwal resmi pembangunan maupun waktu operasional proyek. Kesepakatan yang ada masih berada pada tahap perencanaan dan kajian awal.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |