ESC : ( Tutup Form )

Zimbabwe Tahan Pria yang Diduga Rekrut Warga untuk Bertempur Bersama Rusia


Rabu, 01  Juli  2026 - 06:13 WIB

Zimbabwe Tahan Pria yang Diduga Rekrut Warga untuk Bertempur Bersama Rusia
Foto Berita

HARARE - Aparat kontraterorisme Zimbabwe menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam perekrutan warga negara setempat untuk bergabung dengan pasukan Rusia dalam konflik bersenjata di Ukraina.


Pria berusia 36 tahun itu telah didakwa setelah diduga mengajak sedikitnya lima orang melakukan perjalanan ke Rusia dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi. Namun, menurut penyelidikan, para rekrutan tersebut diduga akan diarahkan untuk ikut bertempur di garis depan perang Rusia-Ukraina.


Berdasarkan dokumen pengadilan, tersangka ditangkap saat mengantar salah seorang calon rekrutan menuju terminal bus di Harare. Dari sana, mereka dijadwalkan menempuh perjalanan melalui Afrika Selatan sebelum melanjutkan ke Rusia.


Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan sejumlah dokumen perjalanan, termasuk e-visa Rusia dan bukti pemesanan hotel yang disiapkan bagi para calon rekrutan.


Pihak kepolisian menyebut dokumen tersebut menjadi bagian dari dugaan jaringan perekrutan yang mengirim warga Zimbabwe ke Rusia untuk dilibatkan dalam konflik bersenjata di Ukraina.


Penyelidikan juga mengungkap keterlibatan seorang warga negara Rusia yang hanya diidentifikasi dengan nama "Roman". Polisi menduga pria tersebut berperan sebagai kaki tangan dalam jaringan perekrutan dan hingga kini masih berstatus buronan.


Sebelumnya, kelompok pemantau All Eyes on Wagner merilis data yang menyebut lebih dari 1.400 warga Afrika direkrut Moskow sepanjang Januari 2023 hingga September 2025 untuk ikut bertempur di Ukraina. Dari jumlah tersebut, lebih dari 300 orang dilaporkan meninggal dunia.


Sementara itu, pemerintah Ukraina pada Februari lalu mengklaim telah mengidentifikasi lebih dari 1.780 warga dari 36 negara Afrika yang bertugas di pihak Rusia dalam perang tersebut.


Pada Maret 2026, pemerintah Zimbabwe juga mengungkapkan sedikitnya 15 warganya tewas di "medan perang asing", meski tidak menjelaskan lokasi maupun pihak yang mereka bela.


Kasus ini kembali menyoroti dugaan praktik perekrutan warga negara Afrika oleh jaringan yang berafiliasi dengan Rusia melalui tawaran pekerjaan, yang pada akhirnya berujung pada keterlibatan mereka dalam konflik bersenjata di Ukraina.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com