ESC : ( Tutup Form )

Yen Terpuruk ke Posisi Terlemah Sejak 1986, Jepang Bersiap Antisipasi Gejolak Pasar


Rabu, 01  Juli  2026 - 05:53 WIB

Yen Terpuruk ke Posisi Terlemah Sejak 1986, Jepang Bersiap Antisipasi Gejolak Pasar
Foto Berita

TOKYO - Nilai tukar yen Jepang kembali mengalami tekanan tajam hingga menyentuh level terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam hampir 40 tahun terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan spekulasi bahwa pemerintah Jepang akan kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam pelemahan mata uangnya.


Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), yen sempat menyentuh level 162,41 per dolar AS sebelum diperdagangkan di kisaran 162,23 per dolar AS. Angka tersebut menjadi level terlemah sejak 1986.


Pelemahan yen dipicu masih lebarnya selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat. Di saat bank sentral AS mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, Jepang masih menerapkan kebijakan moneter yang relatif longgar sehingga membuat dolar semakin menarik bagi investor.


Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan pasar keuangan dan siap mengambil langkah yang diperlukan apabila pergerakan nilai tukar dinilai mengganggu stabilitas ekonomi.


Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan bentuk kebijakan yang akan ditempuh untuk menahan pelemahan yen.


Analis mata uang dari Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, menilai intervensi pemerintah Jepang tinggal menunggu waktu apabila tekanan terhadap yen terus berlanjut. Namun, ia memperkirakan langkah tersebut hanya akan memberikan efek sementara dan belum mampu mengubah tren penguatan dolar AS secara keseluruhan.


Ia bahkan memproyeksikan pasangan nilai tukar dolar AS terhadap yen (USD/JPY) masih berpotensi bergerak hingga level 164 pada awal 2027.


Sebelumnya, pemerintah Jepang telah menggelontorkan dana sekitar 11,7 triliun yen atau sekitar 72,25 miliar dolar AS untuk menopang mata uang domestik. Bank Sentral Jepang juga sempat menaikkan suku bunga sebagai bagian dari upaya memperkuat yen.


Meski sempat memberikan dorongan positif pada akhir April dan awal Mei, tekanan terhadap yen kembali muncul setelah pasar memperkirakan Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga hingga akhir tahun.


Secara keseluruhan, yen diperkirakan mencatat pelemahan sekitar dua persen sepanjang kuartal kedua 2026. Jika tren tersebut berlanjut, maka mata uang Jepang akan membukukan pelemahan kuartalan selama empat periode berturut-turut, menjadi tren negatif terpanjang dalam empat tahun terakhir.


Melemahnya yen memang memberi keuntungan bagi sektor ekspor Jepang karena produk menjadi lebih kompetitif di pasar global. Namun di sisi lain, kondisi tersebut meningkatkan biaya impor energi, bahan baku, dan pangan sehingga berpotensi menambah tekanan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com