
BANGKOK - Pemerintah Thailand mulai memperkuat kawasan perbatasannya dengan Kamboja melalui pembangunan pagar permanen di sejumlah titik yang dinilai rawan. Langkah tersebut dilakukan setelah hubungan kedua negara sempat memanas akibat konflik perbatasan yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Pembangunan tahap awal dilakukan di Distrik Pong Nam Ron, Provinsi Chanthaburi. Struktur pagar sepanjang sekitar 1,3 kilometer itu menggunakan panel beton bertulang yang diperkuat jaring baja serta kawat berduri.
Militer Thailand menyebut pembangunan pagar tersebut merupakan bagian dari kesepakatan pengelolaan kawasan perbatasan bersama Kamboja. Selain mengatur wilayah, fasilitas itu juga ditujukan untuk mencegah pelanggaran batas serta meningkatkan keamanan.
Kepala Angkatan Pertahanan Thailand, Jenderal Ukrit Boontanon, mengatakan pagar tersebut dirancang sebagai infrastruktur pertahanan jangka panjang. Material yang digunakan diklaim memiliki daya tahan tinggi terhadap kerusakan, termasuk upaya pemotongan dan korosi.
Setelah tahap awal selesai, Thailand berencana memperpanjang pembangunan pagar hingga lebih dari 7 kilometer. Pemerintah juga masih melakukan kajian terhadap sejumlah titik lain di sepanjang garis perbatasan kedua negara yang membentang sekitar 817 kilometer.
Ketegangan Thailand dan Kamboja sebelumnya meningkat setelah terjadi bentrokan di wilayah perbatasan yang melibatkan berbagai jenis serangan, termasuk penggunaan artileri dan serangan udara. Konflik tersebut menyebabkan korban jiwa serta membuat ratusan ribu warga harus meninggalkan tempat tinggalnya.
Meski demikian, kesepakatan gencatan senjata yang dicapai kedua negara sejak akhir 2025 masih berjalan dan membantu meredakan situasi di lapangan.
Pembangunan pagar ini menjadi salah satu upaya Thailand menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan yang selama bertahun-tahun menjadi titik perselisihan antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |