
TEHERAN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah laporan media pemerintah Iran menyebut adanya insiden baku tembak antara Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan pasukan AS di kawasan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia. Insiden tersebut dilaporkan terjadi ketika hubungan militer antara kedua negara tengah berada dalam kondisi yang semakin tegang.
Mengutip laporan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, suara ledakan yang terdengar di wilayah Bandar Abbas, sejumlah kawasan pesisir, serta pulau-pulau Iran disebut berkaitan dengan bentrokan yang terjadi di perairan Selat Hormuz.
Laporan serupa juga disampaikan Mehr News Agency yang menyebut adanya aktivitas ledakan di wilayah timur Sirik yang diduga berkaitan dengan insiden militer di kawasan Teluk.
Hingga laporan tersebut muncul, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat mengenai dugaan baku tembak tersebut.
Kabar bentrokan itu muncul bersamaan dengan meningkatnya aksi militer antara Washington dan Teheran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan telah melakukan serangkaian operasi terhadap sejumlah sasaran di Iran.
CENTCOM menyebut operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran yang dinilai dapat mengancam keamanan pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Perkembangan terbaru ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |