
TEHERAN - Gelombang serangan udara Amerika Serikat kembali menghantam sejumlah wilayah di Iran pada Rabu (8/7/2026) malam waktu setempat. Otoritas Iran melaporkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Kementerian Kesehatan Iran menyatakan sebanyak 78 orang terluka. Dari jumlah itu, 47 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sisanya telah dipulangkan setelah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, pemerintah Iran belum merinci apakah korban terdiri dari warga sipil, personel militer, atau gabungan keduanya.
Di sisi lain, militer Iran mengumumkan delapan anggotanya gugur dalam serangan yang menyasar wilayah Bandar Abbas dan Bushehr. Pemerintah Iran mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk agresi terhadap negaranya.
Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap sekitar 90 target militer di Iran. Menurut pihak AS, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan serangan yang dinilai mengancam jalur pelayaran komersial serta keselamatan kapal-kapal sipil di kawasan Selat Hormuz.
Serangan terbaru ini menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang saling melancarkan aksi militer dalam beberapa hari terakhir.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |