
TEHERAN - Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 38 orang meninggal dunia dan lebih dari 400 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan Amerika Serikat yang kembali terjadi sejak 22 Juni 2026.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan jumlah korban terus bertambah seiring berlanjutnya konflik. Dari total korban, terdapat 22 perempuan yang mengalami luka-luka dan tiga perempuan yang meninggal dunia. Selain itu, sembilan korban luka merupakan anak di bawah usia 18 tahun, sementara satu anak dilaporkan meninggal.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara melanjutkan aksi militer yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada Juni lalu.
Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan udara yang menyasar berbagai target di darat maupun di laut. Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Di tengah meningkatnya konflik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa negaranya dapat memperluas serangan hingga menyasar infrastruktur penting Iran apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan. Meski demikian, Gedung Putih menegaskan pemerintah AS masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |