
MOSKOW - Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran tawanan perang di tengah konflik yang masih berlangsung. Sebanyak 103 personel militer dari masing-masing pihak dipulangkan dalam kesepakatan terbaru kedua negara.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi kepulangan 103 warga Ukraina dari penahanan Rusia. Ia menyebut sebagian dari mereka merupakan prajurit yang sebelumnya bertempur dalam mempertahankan Mariupol pada 2022.
Selain itu, sejumlah tentara yang dibebaskan diketahui sebelumnya ditawan di tujuh wilayah yang menjadi garis depan pertempuran.
Zelensky mengatakan pemerintah Ukraina akan terus berupaya memulangkan warga negaranya yang masih berada dalam penahanan.
Dari pihak Rusia, Kementerian Pertahanan juga mengonfirmasi bahwa 103 personelnya telah kembali. Para tentara tersebut untuk sementara ditempatkan di Belarus sebelum dipulangkan ke Rusia.
Setibanya di Rusia, mereka akan mendapatkan perawatan medis dan psikologis serta menjalani proses pemulihan.
Pertukaran terbaru ini menjadi salah satu bentuk komunikasi yang masih berjalan antara Moskow dan Kyiv, meski upaya diplomatik untuk mengakhiri perang belum menunjukkan kemajuan berarti.
Dalam prosesnya, Uni Emirat Arab (UEA) berperan sebagai mediator. Negara tersebut sebelumnya telah membantu memfasilitasi sejumlah pertukaran tawanan antara Rusia dan Ukraina sejak perang pecah pada 2022.
Sementara pertukaran tawanan terus dilakukan, situasi kemanusiaan akibat konflik masih menjadi perhatian. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan korban sipil akibat perang kembali meningkat ke level tertinggi sejak periode awal invasi Rusia ke Ukraina.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |