
JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi dengan China melalui sejumlah agenda kerja sama strategis. Fokus kolaborasi kedua negara diarahkan pada sektor perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, hingga kerja sama ekonomi regional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hubungan ekonomi Indonesia dan China ke depan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga menciptakan investasi yang berkualitas, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan industri nasional.
“Kerja sama ke depan harus mendorong perdagangan yang lebih seimbang, investasi berkualitas, transfer teknologi, pengembangan SDM, serta penguatan kemampuan industri dalam negeri,” ujar Airlangga.
Menurutnya, terdapat lima agenda utama yang akan menjadi bagian dari penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-China.
Pertama, pemerintah akan melanjutkan pengembangan program Two Countries Twin Parks (TCTP) untuk mendorong investasi, perdagangan, serta pembangunan kawasan ekonomi dan industri di kedua negara. Hingga kini, sebanyak 30 nota kesepahaman TCTP telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.
Airlangga menekankan agar berbagai kesepakatan tersebut segera diwujudkan menjadi proyek investasi nyata, termasuk melalui pembentukan kerja sama usaha patungan (joint venture) agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Agenda kedua adalah penyelarasan perdagangan sekaligus peningkatan investasi. Dalam langkah ini, Danantara akan diarahkan menjadi mitra strategis bagi investor China untuk menarik investasi berkualitas, memperkuat produksi nasional, dan mengembangkan berbagai proyek prioritas.
Ketiga, Indonesia membuka peluang kerja sama di sektor energi surya. Pemerintah mengundang perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt.
Keempat, Indonesia dan China akan memperkuat kerja sama dalam kerangka Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) melalui inisiatif RCEP 3.0. Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab perkembangan perdagangan global, transformasi digital, perubahan rantai pasok, serta integrasi ekonomi kawasan.
Kelima, kedua negara mulai mempersiapkan berbagai bentuk kerja sama menjelang penyelenggaraan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2026. Indonesia berharap sejumlah proyek konkret dapat diumumkan dalam forum pertemuan pemimpin kedua negara.
Airlangga berharap penguatan hubungan ekonomi Indonesia-China dapat menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan serta memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak.
“Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui proyek kerja sama konkret sehingga memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua negara,” ujarnya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |