
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan strategi untuk memperkuat investasi sekaligus mendorong pertumbuhan industri pariwisata pada kuartal III 2026. Sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk ikut menggerakkan ekonomi nasional hingga akhir tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi akan terus didorong pada kuartal berikutnya. Pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih terhadap berbagai industri yang memiliki keterkaitan langsung dengan pariwisata.
Menurut Airlangga, Bali serta kawasan Nusa Tenggara menjadi sejumlah wilayah yang menunjukkan perkembangan positif. Ketiga wilayah tersebut semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode triwulan II sejak 2019, sebelum aktivitas pariwisata terdampak pandemi COVID-19.
Pertumbuhan juga terlihat dari kedatangan wisatawan asing. Bali mencatat 605.013 kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, NTB mencatat 1.368.707 perjalanan wisatawan mancanegara pada periode yang sama. Angka tersebut naik 2,73 persen dibandingkan Mei 2026.
Pertumbuhan cukup tinggi juga terjadi di Nusa Tenggara Timur. Kunjungan wisatawan asing ke provinsi tersebut mencapai 29.152 pada Juni 2026, atau meningkat 40,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, angkanya naik 19,85 persen.
Airlangga menilai perkembangan Bali dan kawasan Nusa Tenggara yang berada di atas pertumbuhan nasional menunjukkan besarnya peluang sektor pariwisata untuk menjadi penggerak ekonomi dalam waktu dekat.
Selain mengandalkan wisatawan domestik, pemerintah juga melihat peluang untuk meningkatkan jumlah pelancong dari luar negeri. Konektivitas penerbangan antarnegara ASEAN menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat membantu memperluas pasar wisata Indonesia.
Salah satu langkah yang mendukung konektivitas tersebut adalah pembukaan penerbangan langsung yang menghubungkan Bali dengan Phuket, Thailand, oleh TransNusa.
Rute tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas wisatawan dari kedua negara. Selain wisatawan umum, konektivitas udara itu juga berpotensi menarik keluarga, pekerja digital atau digital nomad, serta wisatawan yang mencari pengalaman budaya, kuliner, dan wisata petualangan.
Airlangga mengatakan tambahan penerbangan langsung dari Phuket maupun Bangkok menuju Bali dapat memperkuat hubungan pariwisata antara Indonesia dan Thailand.
Pemerintah berharap peningkatan konektivitas, pertumbuhan kunjungan wisatawan, dan masuknya investasi dapat berjalan beriringan sehingga sektor pariwisata semakin berkontribusi terhadap perekonomian nasional pada paruh kedua 2026.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |