
AMERIKASERIKAT - Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat menyebabkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia serta memicu gangguan luas pada aktivitas masyarakat, termasuk pemadaman listrik massal, pembatalan acara publik, hingga kerusakan infrastruktur jalan.
Data dari laporan NBC menyebutkan, sebagian besar korban berada di Negara Bagian New Jersey, dengan jumlah mencapai 22 orang. Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, menyampaikan bahwa angka kematian akibat suhu ekstrem di wilayah tersebut terus meningkat dari 19 menjadi 22 kasus.
“Jumlah korban terus bertambah seiring tingginya suhu yang bertahan dalam beberapa hari terakhir,” ujar Dalya Eweis dalam keterangannya.
Selain New Jersey, satu korban dilaporkan di Illinois dan dua lainnya di Mississippi akibat dampak langsung gelombang panas.
Cuaca ekstrem juga mencatatkan rekor suhu di beberapa kota besar. Di Washington DC, suhu mencapai 38,8 derajat Celsius, melampaui rekor yang bertahan lebih dari satu abad. Sementara di New York, suhu mendekati 38 derajat Celsius hingga menyebabkan aspal di sejumlah ruas jalan meleleh.
Badan Cuaca Nasional AS sebelumnya telah mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk sejumlah wilayah, termasuk Las Vegas, yang turut mengalami peningkatan suhu signifikan.
Selain korban jiwa, dampak lain yang ditimbulkan adalah gangguan listrik yang meluas. Hingga Sabtu, sekitar 840.000 rumah tangga dilaporkan mengalami pemadaman akibat beban jaringan listrik yang meningkat dan cuaca panas disertai badai petir.
Gelombang panas ini juga berdampak pada perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, di mana sejumlah kota di pesisir timur terpaksa membatalkan atau menunda acara demi keselamatan warga.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |