
TEPIBARAT - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan akses bantuan kemanusiaan di Tepi Barat, Palestina, masih menghadapi berbagai kendala. Lebih dari 900 hambatan fisik Israel disebut membatasi pergerakan bantuan dan akses ke warga yang membutuhkan.
Hambatan tersebut mencakup pos pemeriksaan, gerbang, blokade jalan, serta berbagai pembatasan lainnya. Kondisi ini dinilai membuat operasi kemanusiaan sulit menjangkau masyarakat secara optimal.
Juru bicara PBB Daniela Gross De Almeida mengatakan jaringan penghalang tersebut berdampak langsung terhadap penyaluran bantuan.
“Mitra kemanusiaan kami memperingatkan penyaluran bantuan terhambat dan dibatasi oleh jaringan yang terdiri dari lebih dari 900 rintangan fisik,” ujar De Almeida kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pembatasan akses membuat sebagian warga yang membutuhkan bantuan tidak dapat memperoleh layanan kemanusiaan secara memadai.
Salah satu kondisi yang menjadi perhatian terjadi di Qusra, sebuah desa di dekat Nablus. Petugas bantuan dan pekerja pemerintah daerah dilaporkan belum dapat menjangkau tiga keluarga Palestina yang terisolasi di rumah mereka sejak Selasa.
De Almeida mengatakan keluarga tersebut terputus dari akses luar setelah adanya pendirian pos permukiman Israel di sekitar lokasi serta peningkatan pembatasan pergerakan di kawasan tersebut.
Situasi tersebut membuat akses bagi petugas kemanusiaan menjadi semakin terbatas. PBB menilai keberadaan berbagai hambatan fisik di Tepi Barat terus menjadi tantangan bagi upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |