
GAZA - Laporan terbaru dari Pusat Komunikasi Pemerintah Otoritas Palestina menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen wilayah Jalur Gaza telah mengalami kerusakan sejak perang antara Israel dan kelompok pejuang Palestina meletus pada Oktober 2023. Meski gencatan senjata diberlakukan sejak Oktober 2025, operasi militer Israel dilaporkan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.
Dalam laporan yang diterbitkan pemerintah Palestina di Tepi Barat, disebutkan bahwa pasukan Israel tetap melakukan penghancuran bangunan dan infrastruktur, termasuk rumah-rumah yang sebelumnya telah rusak akibat serangan selama perang. Aktivitas militer tersebut juga disebut disertai perluasan penguasaan wilayah di beberapa kawasan Gaza.
Selama periode 29 Juni hingga 6 Juli, operasi militer Israel dilaporkan meningkat di Khan Younis, Rafah, dan Kota Gaza. Selain menyebabkan kerusakan tambahan pada permukiman dan fasilitas umum, sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Laporan itu juga menyebut pasukan Israel melakukan penembakan ke kawasan permukiman serta merobohkan banyak rumah, sehingga semakin banyak keluarga Palestina terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi.
Tidak hanya di Jalur Gaza, operasi militer juga dilaporkan berlangsung di berbagai wilayah Tepi Barat. Pasukan Israel disebut melakukan penggerebekan rumah, penangkapan, pembatasan mobilitas warga, serta penutupan sejumlah akses jalan di kota-kota seperti Ramallah, Nablus, Hebron, Bethlehem, Jenin, Qalqilya, Tulkarem, hingga Yerusalem.
Selain operasi militer, laporan tersebut juga menyoroti aksi para pemukim Israel yang disebut melakukan berbagai serangan terhadap warga Palestina. Beberapa insiden yang dilaporkan antara lain pembakaran sebuah kafe di Desa Al Lubban Ash Sharqiya, penyerangan terhadap para penggembala di wilayah timur Bethlehem, dugaan upaya pencurian ternak, hingga pemblokiran akses masuk ke Desa Burqa.
Kementerian Pertanian Palestina turut melaporkan peningkatan serangan terhadap sektor pertanian. Dalam periode yang sama, sebanyak 2.559 pohon zaitun dilaporkan ditebang, dibakar, atau dirusak, terutama di wilayah Salfit, Jenin, dan Nablus.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 125 petani disebut mengalami kerugian dengan nilai kerusakan langsung diperkirakan mencapai sekitar 11,78 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp211 miliar.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |