
PARIS - Tekanan terhadap pasar minyak dunia semakin meningkat di tengah konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Negara-negara anggota G7 bersama Badan Energi Internasional (IEA) pun mengadakan pertemuan darurat untuk membahas gangguan pasokan energi global.
Pertemuan yang berlangsung secara virtual tersebut belum menghasilkan keputusan bersama mengenai pelepasan cadangan minyak mentah strategis. Meski demikian, G7 menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan energi dunia.
Kepala IEA Fatih Birol mengatakan kondisi pasar minyak mengalami perburukan dalam beberapa hari terakhir. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz serta terhentinya sebagian produksi minyak di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko terhadap pasokan global.
Harga minyak mentah Brent bahkan sempat mendekati US$120 per barel sebelum kembali mengalami penurunan. Tekanan tersebut terjadi ketika jalur pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu dan Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap terminal ekspor minyak Iran di Pulau Kharg.
IEA memperkirakan dampak gangguan produksi sudah berada pada skala yang cukup besar. Pada Juli, produksi minyak dunia tercatat sekitar 9,4 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang.
Padahal, pada Juni sempat terjadi pemulihan produksi lebih dari 4 juta barel per hari setelah berlangsungnya gencatan senjata dalam waktu singkat.
Gangguan tidak hanya terjadi pada produksi minyak mentah. Sekitar 3 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak di kawasan tersebut juga dilaporkan berhenti beroperasi akibat serangan serta terbatasnya jalur ekspor.
Situasi itu berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rantai pasok energi internasional dan membuat harga minyak bertahan di level tinggi.
Sementara itu, aktivitas ekspor minyak Iran melalui Pulau Kharg disebut telah terhenti sepenuhnya. Terminal tersebut merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah Iran melalui laut, dengan kontribusi sekitar 95 persen dari total pengiriman melalui jalur tersebut.
Aktivitas pemuatan tanker di terminal itu dilaporkan berhenti sejak 31 Juli setelah blokade laut Amerika Serikat diberlakukan.
Meskipun G7 membuka kemungkinan penggunaan cadangan minyak strategis untuk meredam tekanan pasar, negara-negara anggota belum menyepakati waktu maupun volume minyak yang akan dilepaskan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |