
KONGO - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus menunjukkan peningkatan kasus, dengan jumlah korban meninggal kini mencapai 304 orang sejak wabah diumumkan pada pertengahan Mei 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo menyebutkan bahwa total kasus terkonfirmasi telah mencapai 1.155, dengan tingkat kematian sekitar 26,3 persen. Wabah ini disebabkan oleh virus Ebola galur Bundibugyo dan telah menyebar ke 34 zona kesehatan di tiga provinsi, yakni Ituri sebagai pusat wabah, serta Kivu Utara dan Kivu Selatan.
Otoritas kesehatan menyatakan bahwa penularan masih berlangsung aktif di beberapa wilayah. Namun, sejumlah pasien juga dilaporkan telah sembuh. Di wilayah Ituri, 16 pasien dinyatakan pulih setelah hasil tes lanjutan menunjukkan hasil negatif, sehingga total pasien sembuh kini mencapai 138 orang.
Pemerintah setempat terus melakukan langkah pengendalian, termasuk penerapan karantina wajib selama 21 hari bagi pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah terdampak untuk mencegah perluasan penyebaran virus.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menyebutkan bahwa penanganan wabah Ebola di benua Afrika membutuhkan dana sekitar 1,4 miliar dolar AS.
Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, mengatakan dana tersebut diperlukan untuk mendukung aspek kemanusiaan dan kesehatan dalam penanganan wabah. Dari total komitmen bantuan sebesar 910 juta dolar AS yang sebelumnya dijanjikan negara-negara Afrika dan mitra internasional, baru sekitar 13 persen yang telah disalurkan.
Pemerintah Kongo bersama lembaga kesehatan internasional terus meningkatkan upaya pengendalian, termasuk pelacakan kontak, isolasi pasien, dan pengawasan ketat di wilayah terdampak. Meski demikian, tingginya mobilitas penduduk di kawasan tersebut masih menjadi tantangan utama dalam menekan laju penyebaran virus.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |