
CARACAS - Jumlah korban meninggal akibat gempa besar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 5.278 orang telah kehilangan nyawa akibat bencana tersebut.
Gempa yang terjadi pada 24 Juni 2026 itu tercatat memiliki kekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo. Dua guncangan besar tersebut terjadi dalam jarak waktu sekitar 39 detik dan memberikan dampak luas di wilayah utara Venezuela, terutama kawasan pesisir La Guaira yang berada dekat ibu kota Caracas.
Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez menyampaikan bahwa selain korban meninggal, sebanyak 16.740 orang masih tercatat mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Kerusakan infrastruktur juga cukup parah. Data resmi pemerintah menyebut lebih dari 850 bangunan mengalami kerusakan, sementara sekitar 190 bangunan lainnya runtuh total akibat guncangan gempa.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum memastikan jumlah warga yang masih hilang. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 50.000 orang terdampak kehilangan tempat tinggal setelah banyak bangunan roboh dan warga terjebak di bawah reruntuhan.
Lebih dari 23.500 warga yang terdampak bencana masih bertahan di lokasi pengungsian sementara, seperti stadion dan ruang terbuka publik. Di tempat tersebut, bantuan medis serta kebutuhan dasar disalurkan oleh pemerintah dan relawan.
Untuk mempercepat proses pencarian korban, penanganan darurat, dan pemulihan pascabencana, ribuan personel dikerahkan. Pemerintah Venezuela mencatat sekitar 2.278 tenaga penyelamat dari luar negeri turut membantu bersama lebih dari 30 ribu personel dari berbagai lembaga pemerintah serta puluhan ribu relawan lokal.
Pemerintah terus melakukan pendataan korban dan memperbaiki fasilitas yang rusak akibat gempa terparah dalam beberapa waktu terakhir tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |